Bosan

Navy-blue-and-black-wall-3D-image
gambar diambil dari http://www.newhdwallpaper.in

Kepalaku tergantung pasrah. Lunglai di leher penopangnya. Mataku terpancang ke atas, bukan pada langit-langit, malah lantai. Tubuhku berbaring saja di atas kasur. Kalau sudah begini, artinya satu : aku bosan. Saking bosannya, aku mencoba melihat dunia dengan cara terbalik. Biasanya aku tidak mendapat apa-apa, aku sedang bosan, ingat? Orang yang sedang bosan biasanya karena kurang inspirasi.

Temanku berjanji untuk menelepon. Rahasia, katanya, jadi mungkin menarik. Di hari yang membosankan ini. Apakah tentang temanku yang lain? Perempuan biasanya hobi membicarakan orang, mungkin juga karena kebosanan menjadikan drama kehidupan orang lain jadi menarik. Tapi, ia tak juga menelepon.

Medsos tidak menawarkan sesuatu yang menarik. Ternyata, medsos bisa juga berhibernasi. Dunia di baliknya mungkin sama saja, sedang tidak terinspirasi. “Apapun!” seruku pada langit-langit rumah yang bisu. “Apapun untuk menghilangkan kebosanan ini!”

Ia menjawab dengan gaung lemah. Itu karena rumah yang kosong, sedikit perabotnya. Suara malah jadi terpantul-pantul dan jadi lebih besar daripada seharusnya. Oh, betapa dunia manusia bisa menipu dengan baik!

Aku berbalik, menatap dinding. Ada sesuatu di sana, padahal ia kaku dan monoton. Mataku tak bisa lepas, aku terlalu bosan. Suara mengeklik, pelan. Sepotong balok kecil membuka. Aku mengernyit. Satu lagi. Aku mundur. Dua, tiga. Balok-balok, vertikal dan horisontal, bergeser, mendorong satu sama lain. Seperti puzzle balok itu, yang sedang mencoba mencari solusi lain daripada sekadar tembok.

Di tengahnya, lubang hitam menganga. Mimpi? Ya, tentu saja ini mimpi. Dalam upaya pikiran bawah sadar yang dilanda kebosanan, tanpa pelampiasan energinya yang bergolak, tentu saja mimpi adalah hal paling masuk akal. Aku menatap ke sekeliling, dunia nyata yang sunyi. Rak buku, dengan buku yang sedikit, banyak puing-puing kenangan terserak. Televisi, yang menawarkan acara-acara monoton, yang berkisar tentang drama-drama, maya dan nyata, yang jauh lebih membosankan.

Aku melangkahkan kaki. Di tengah kebosanan, ketidakpastian bisa jadi menyenangkan. Rasa takut digubah menjadi adrenalin yang menggoyahkan akal sehat.

Di lubang itu, aku kini melenyapkan bayanganku. (to be continued)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s