Berapa lama? Sudah berapa detik dan menit aku dalam lorong gelap? Aku kehilangan jejak akan waktu. Semakin lama, rasanya semakin gamang. Rasanya seperti melayang dalam lubang hitam tak berujung, dasar pijakannya saja tidak bisa terlihat.

Aku berhenti melangkah. Takut. Ini mimpi, lalu kenapa bisa terasa menakutkan? Biasanya aku tidak pernah merasa takut dalam mimpi. Biasanya, aku jadi pahlawan dalam mimpiku, yang tidak takut pada bayangan apapun, pada sosok ganjil seperti apapun.

Yah, mungkin belum terlambat untuk kembali, aku pun menoleh. Cahaya dari kamarku sudah jadi titik kecil putih di tengah kegelapan. Lalu, seperti lampu bohlam yang mau putus, ia berkedip-kedip, hingga perlahan ia menghilang sama sekali.

Oh, Tuhan!

Tubuhku sudah condong, mau berlari ke arahnya. Jangan! ada suara di dalam kepalaku. Dia meyakinkan kalau itu lebih bodoh lagi. Berbalik lagi 180′, setidaknya aku tidak akan tersesat dalam lubang hitam. Maksudnya, pasti ada tujuannya dia terbuka, kan? Pasti ada lorong yang mengarah pada sesuatu. Benar, kan?

Aku berbalik, berjalan dalam kegelapan. Melayang antara ketiadaan yang semakin pekat. (bersambung)

 

 

catatan penulis :

oke, kuota internet mau habis,

daripada gak ngepost apa-apa sama sekali,

mending sampai di sini dulu.

Semoga ada yang mau baca dan ngikutin ^^

Sampai jumpa di cerita berikutnya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s