Pokemon Go (ver.1)

Pokemon Go dan Hasutan Kekinian

 

pokemon go
Gambar diambil dari : http://www.youtube.com

 

Jadi, yang lagi kekinian adalah Pokemon Go. Aku sendiri belum pernah main games satu itu, tapi dari berbagai cerita, lebih utama dari berita-berita, aku sedikit tahu tentang konsep permainannya. Ada yang dulu pernah nonton Pokemon? Sebenarnya film itu cukup viral (bukan di internet seperti sekarang, karena waktu itu internet belum masuk ke Indonesia). Aku kurang inget, tapi menurut wikipedia, keluar sekitar tahun 1999.

Kurang-lebih tentang para tokoh yang mengumpulkan berbagai pokemon, makhluk-makhluk lucu yang bisa bertarung dan mempunyai kekuatannya sendiri-sendiri. Di film itu, para tokoh utama harus mengadu pokemon-pokemon mereka, dan semacamnya. Dan cara menangkap dan berburu pokemon adalah dengan melempar poke ball, sehingga makhluk-makhluk itu akan langsung terkurung di poke ball. Ini berdasarkan ingatan aja, jadi kalo ada yang salah -dan pastinya infonya sangat kurang- maka, tolong dibetulkan.

Nah, kurang-lebih begitu permainannya. Namun, yang unik dari permainan ini adalah, para pokemon itu terdeteksi di sekitar kita. Istilah teknisnya, ini permainan berdasar augmented reality. Kalau dari terminologi, simpelnya itu realitas tertambah. Panjangnya, augmented reality itu penggabungan benda-benda maya, dua atau tiga dimensi, dengan lingkungan yang nyata dan diproyeksikan dalam waktu yang nyata. Dengan kata lain, kalau kita lagi jalan di trotoar, trus kita main pokemon go ini, kita bakal liat pemandangan persis trotoar di depan kita, tapi ada tambahan-tambahan dari game-nya, kayak makhluk-makhluk maya pokemon, kalau emang ada.

Hebatnya, aku baru tahu kalau game ini ternyata dibangun dari beberapa tahun lalu dengan menggunakan geocached data yang diintegrasikan dari google maps. Berarti, pembuatnya main-main sama satelit lama banget sebelum kita bisa mainin Pokemon Go sekarang ini. Terbayar, sih. Dari ujung Amrik sana, sampai ke Indonesia Raya ini, semuanya main Pokemon Go. Gila banget viralnya.

Yang lucu sih, gimana orang-orang bisa segitu addict sama game ini. Seru, emang. Dan sebagai penyuka -belum jatuh ke tahap pecinta- game, aku juga paham gimana game punya sifat adiktif. Macam narkobalah, bahkan psikologis bisa kena, tuh. Mulai bermunculan berita-berita kecelakaan gara-gara main game ini. Menggantikan berita-berita kecelakaan gara-gara selfie beberapa waktu lalu. Psst, bagusnya game ini sih, mengurangi intensitas selfie, haha…

Tapi, jauh lebih lucu lagi pecinta teori konspirasi. Teori konspirasi dari sejak zaman baheula emang suka banget memproklamirkan yang nggak-nggak. Yah, kalau mau sedikit diperhalus, teori tanpa bukti. Dulu, aku inget banget soal teori tentang Teletubbies yang sebenarnya sedang mempropagandakan LGBT. Katanya, simbol-simbol di atas kepala mereka itu adalah simbol LGBT dan seks atau semacamnya. Lah, emangnya anak-anak paham simbol-simbol itu? Apa fungsinya kalau penyampaiannya nggak tepat? Well, intinya sih, aku belum lihat pembuktian teori itu sampai sekarang. Teori tinggal teori.

Sekarang, hasutan itu makin menjadi, karena internet bukan lagi barang langka, semua orang tampaknya, dari bayi sampe kakek-nenek, dari kampung sampai kota, udah kenal sama internet. Jadilah, teori itu gampang menyebar di kalangan orang-orang yang hobi sama internet (yap, termasuk aku!).

Balik ke soal Pokemon Go, ternyata muncul pula teori-teori konspirasinya sendiri. Katanya, Pokemon Go itu adalah salah satu alat yang digunakan untuk modus operandi dari intelijen untuk memata-matai satu negara. Negara mana? Mereka pikir sih, Indonesia. OMG, nggak perlu Pokemon Go juga udah dimata-matai kaliii, dan intel Indonesia pasti punya pos juga di luar negeri sana. Walaupun aku nggak terlalu paham juga deh, cara kerja mereka. Namanya bukan intel kan, ya.

Sekarang coba deh, logis dikit. Kalau Pokemon Go itu operasi intelijen yang disamarkan (ya, mana ada intel buka-bukaan, sih, penuliiis) jadi game, tujuannya apa? Target operandinya siapa? Lah wong, itu game menyebar ke seluruh negara di atas muka bumi ini. Trus, game itu kan terintegrasi sama google maps. Artinya, data-data realitas yang muncul di game itu, ya udah ditangkep sama satelit google. Buat apa lagi, intel bikin game buat itu? Singkatnya, targetnya nggak jelas, efektivitasnya rendah, dan buang-buang biaya mereka.

Di tulisan yang kubaca sih, mereka bener-bener hebat melogikakan soal modus operandinya, tapi tetep nggak ada analisa soal efektivitasnya. Sebenernya, teori konspirasi paling tepat mungkin pembuat game-nya emang pengen memusnahkan manusia dari atas muka bumi, karena jadi banyak kecelakaan sejak main Pokemon Go! (Ups! Hati-hati pernyataan ini jadi viral dan digunakan jadi teori konspirasi yang lain)

Hasutan-hasutan semacam itu rasanya udah jadi tren sekarang ini. Apa aja rasanya jadi teori konspirasi. Jujur aja, beberapa teori konspirasi, buatku cukup masuk akal, seperti konspirasi pembunuhan aktivis-aktivis, teori konspirasi Freeport yang melibatkan kudeta Soekarno dan pembunuhan JFK, dan lain sebagainya. Emang masih teori, pembuktiannya susah, karena pasti kongkalikong di baliknya itu bener-bener kuat, tapi minimal udah ada beberapa buku yang jadi pegangan soal itu. Nggak kabur sama sekali, seperti teori hasutan ke Pokemon Go ini.

Ya, mungkin yang nyebar bermaksud baik untuk menghentikan adiksi game, tapi kebohongan adalah kebohongan, dan kebohongan dimana-mana menutupi kebenaran. Dan malah membuat orang nggak siap dengan kebenaran itu sendiri. Misalnya, membuat orang makin buta kalau adiksi terhadap game Pokemon Go adalah sesuatu yang nggak sehat, baik secara fisik maupun mental-psikologis. Semua kecanduan itu pada dasarnya nggak baik, bahkan kecanduan terhadap agama, yang menghalangi orang menyambung tali (hubungan) kepada manusia lain (hablum minannaas), sekalipun agama itu mengajarkan kebaikan. Eh, kok jadi ke situ.

Yang aneh bin ajaib, sempet beredar teori kalau di pembalut itu dimasukkan virus HIV/AIDS oleh Yahudi dan disebarkan di Arab, untuk memusnahkan Umat Islam di Arab. Ini bodoh dan tolol banget (maaf dengan kekasaranku, ya). Pertama, virus itu bukan makhluk hidup seutuhnya, tanpa inang, dia nggak bisa hidup. Artinya, kalau mereka nggak menemukan cara supaya pembalut bisa hidup (ih serem banget!), mereka nggak mungkin menanam virus di dalamnya. Kedua, ya ampun, biar negara Islam juga, satu-satunya yang nggak boleh dimasuki Umat Non-Muslim itu cuma Mekah. Artinya, di kawasan lain ya, pasti ada juga Non-muslimnya. Dan lupa ya, TimTeng itu kan, juga kampungnya Yahudi, pasti ada aja Yahudi di Arab. Lah gimana? Lagi-lagi target operandinya kacau-balau, dong.

Nah, hati-hati buat pecinta internet. Inget slogan iklan (lupa lagi iklan apa), “nggak semua yang lo denger itu bener.” Jadi, tolong, ya. Minimal cari deh, bukti-bukti pendukung dari satu teori yang tiba-tiba nyebar, supaya kita nggak gampang dibodoh-bodohi dan dihasut. Penjajahan itu makin modern, sekarang bisa jadi karakter kita yang dijajah, supaya mereka gampang menyebar hasutan-hasutan itu.

Dan, mudah-mudahan aku juga cukup masuk akal…

Advertisements

One thought on “Pokemon Go (ver.1)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s