Fenomena Nyan Cat

 

 

Jangan ngaku kekinian kalau belum kenal Nyan Cat!!!

Well, sebenernya itu semboyan yang rada dipaksain. Aku juga kenal nyan cat gara-gara anakku, namanya Si Tombo. Awalnya, dia lagi seneng-senengnya main “Cat Simulator.” Itu game simulasi kucing ngehancurin rumah. Literally! Mudah-mudahan nggak bawa pengaruh buruk, tapi sejauh ini sih, nggak juga. Soalnya, kalau Tombo berantakin rumah, dia sendiri yang tanggung jawab beresin. Berantakinnya mungkin enak, tapi beresinnya kan nggak enak. Semoga itu artinya Tombo udah mulai bisa bikin keputusan sendiri.

Oke, balik ke Nyan Cat. Nyan Cat apaan, sih? Jujur deh, aku juga nggak paham banget. Pertama kali ketemu, Tombo lagi nyari Cat Simulator di PC. Berhubung sekarang yang tren adalah mobile computing, alias apa-apa pakenya HP, nggak nemulah permainan itu buat PC. Eh, malah ketemu Nyan Cat Simulator. Nyan Cat Simulator itu cuma kucing yang nggak tahu kenapa, badannya itu berbentuk pop tarts (semacam biskuit malkist dioles apa gitu, snacknya orang Barat kayaknya) dan dia ngeluarin pelangi dari ekornya. Sepupunya Tombo bilang ‘he’s farting rainbow‘ or something. Oh! *speechless abis*

Dan, yang agak menyebalkan nih, dia nyanyi “nyan, nyan, nyan” nggak putus-putus dengan suara cempreng anime Jepang dan lagu yang iramanya…er…gimana, ya? Aku nggak bisa nangkep dia pake melodi apa. Mungkin c-g-c-g (ngaco, ini ngaco!)

Si Nyan Cat ini nggak ngelakuin apa-apa selain terbang di luar angkasa, ngikutin kemana panah scroll kita. Kemanapun kita arahin panahnya, dia ngikut. Tombo suka itu! (???) Kalau dari rangsang visual emang cukup bagus buat anak-anak. Kepala dan kaki-kaki kucingnya abu-abu terang, warna badannya yang bentuk pop tarts itu pink dengan kotak-kotak pink tua, base biskuitnya cokelat, trus pelanginya (nanya Tombo yang hapal di luar kepala) warna red, orange, blue, and purple. Rangsang visual ini lumayan dianjurkan buat bayi sekitar 3 bulan yang udah mulai aware sama sekitarnya.

Oke, kupikir Tombo paling nggak lama bosen. Salah besar! Nggak cuma mainin di rumah, dia ngenalin Nyan Cat sama sepupu-sepupunya dan mereka, entah suka juga, atau karena pengen bikin Tombo seneng, nyetel juga di rumah mereka pas kita main ke sana. Tinggallah kakak ipar yang pusing denger lagu berirama c-g-c-g (sekali lagi, ini ngaco!) yang berantakan itu.

Yang jadi fenomena besar yang membingungkan adalah, begitu Tombo eksplorasi lebih lanjut tentang Nyan Cat, ternyata dia terkenal!!! (Kaget beneran) Bahkan, ada yang bikin Nyan Cat versi windows, alias logo windows diikutin sama ekor pelangi panjang sama nada-nadanya agak dimirip-miripin sama nada lagu windows pas starting di PC itu. Sampai ada versus grumpy cat-nya (nggak disaranin buat anak karena ternyata mengandung kata-kata kasar yang kotor dan nggak kefilter sama restricted mode di youtube karena modelnya emang kartun, jadi hati-hati juga, restricted mode nggak sepenuhnya berfungsi). Trus ada gitar cover sampai piano cover. Wow banget!

Karena sekali suka sesuatu, Tombo suka nyari-nyari terus, akhirnya dia juga nemuin aplikasi chatting sama Kyan Cat. Kalau kuambil kesimpulannya sih, dia ini semacam orang yang berbaik hati menjelaskan segala macem soal Nyan Cat, mirip-mirip Call Center. Tapi, aku rada nggak percaya itu resmi, masa sih?! Untuk sebuah Nyan Cat?! 😀

Seterusnya, anakku mulai chatting sama Kyan Cat. Untungnya sih, anakku mau cerita-cerita dan malah nunjukin isi chatting. (Sama sekali nggak nyambung chattingnya, sumpah!) Tapi, karena profesional, si Kyan Cat itu terus aja ngeladenin chat anakku, yang entah apa maksudnya. Pernah sekali aku disuruh sama Tombo untuk chatting sama si Kyan Cat, aku kasih tahu aja dia lagi chatting sama anak umur 5 tahun. Nggak ada respon sih, tapi kalau diperhatiin dia jadi lebih maklum. Karena pas pertama chatting dia sampe sempet bilang “Are you joking?” or something yang kayaknya dia sendiri bingung, ini lawan bicaranya ngomongin apa, sih.

Wah, aku nggak nyangka, untuk hal sesederhana Nyan Cat (awal gamenya kan dia cuma ngikutin panah scroll aja!) jadi bisa viral kayak gitu, menyebar kemana-mana dan jadi upgrade. Ini bukti kalau kita nggak boleh banget meremehkan sesuatu, ya!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s