Demo 4 November Fungsinya Apa?

147788436487977766
Gambar diambil dari : aribicara.blogdetik.com

 

Hari ini (4/11), ada demo FPI (lagi!) Sebelumnya, demo terjadi tanggal 14 Oktober 2016. Intinya satu, ngejatuhin Ahok! Sumpah, Ahok tenar banget, sih. Berasa punya nabi baru kita, dibenci sebegitunya… Pan yang dulu dibenci dan pengen banget dijatuhin itu Rasulullaah SAW. Ups! Nanti dibilang penistaan terhadap Rasulullaah lagi…

Ngebuka medsos, alias FB dkk, FB terutama (All Hail Mark Zuckerberg!), pas tanggal 3 November malemnya, bikin pusing banget. Karena banyak banget beredar soal orang yang udah siap demo, orang yang, sebaliknya, mencerca demo, dan yang siap banget ngebela FPI. Emang akhir-akhir ini banyak banget yang jadi cinta banget sama FPI. Aku rasa mungkin melebihi kecintaan mereka sama Allaah SWT sendiri. Maklumlah ya, banyak emang orang itu lebih cinta sama wujud nyata. Lupa daratan dengan konsep di balik semua realita.

Ribut-ribut FPI soal Ahok ini sebenernya udah lama banget, lho. Bahkan, jauh sebelum ada ayat Al-Maidah:51 yang beredar luas (Omongan nggak difilter gitu, padahal jelas-jelas dia lagi dibidik, haduuh… Biar nggak ngedukung dan nggak peduli (karena bukan orang Jakarte), tetep aja rasanya sewot). Sebelum ayat Al-Maidah, FPI udah menggerakkan demo-demo #tolakAhok nggak jelas gitu. Kenapa nggak jelas? Karena kebanyakan dateng dari luar Jakarta, KTP-nya aja bukan Jakarta. Dan pemimpin di Indonesia ada juga padahal yang bukan non-Muslim, tapi ini inceran banget. Namanya juga Jakarta ya, pusat segala-galanya. Pusat kepentingan juga pastinya.

Yang lucu, beberapa saat lalu, orang-orang yang sekarang gila-gilaan ngebela demonstrasi ini adalah orang-orang yang sama dengan orang yang mengejek demokrasi dengan democrazy. Mereka menganggap demokrasi itu meruntuhkan agama, dan segala macemnya. Nah, sekarang? Mereka mendukung demonstrasi. Demonstrasi itu produk demokrasi, kali! Nggak konsisten amat, sih! Persis omongan para politikus yang duduk di tatanan pemerintahan. Mulutnya bergerak atas nama kepentingan aja. Nggak ada lagi kejujuran…

Yaaang paling menyebalkan, bawa-bawa agama!

Setahuku, FPI itu menganut ajaran ahlussunah wal jama’ah, ya. Kebetulan banget, salah satu anggota keluargaku juga salah satu yang selalu ikut pengajian ahlussunah ini. Beberapa bulan lalu, baru aja anggota keluargaku ini cerita sendiri, kalau menurut ustadz di pengajian ahlussunah, rakyat harus taat kepada pemimpin. Dan, untuk mendukung pernyataan itu, ada juga temen FB yang memposting meme tentang ahlussunah yang tidak menganjurkan demonstrasi karena harus taat sama pemimpin (sayang, aku nggak lagi nemu meme itu L ). Trus, kenapa ada demo ini?

Yah, dalam agama Islam itu selalu ada dispensasi atau keringanan. Misal aja nih, tentang shalat yang bisa dilakukan sambil duduk atau berbaring kala sakit. Mungkin mereka melihat pencalonan Ahok itu darurat luar biasa, sehingga mereka mematahkan aturan mereka sendiri. Ini tafsir dariku sendiri, sih. Satu kata waliy aja bisa beberapa tafsir, apalagi satu kalimat utuh, ya.

Ada yang bilang di FB, “demo 4 November itu untuk menuntut pengusutan kasus Ahok, bukan karena Ahok dicalonkan jadi gubernur.”

Okelah, tapi ternyata aku lihat lagi berita di kompas.com di sini yang menyatakan tentang Habib Rizieq sendiri yang minta penundaan pengusutan kasus Ahok. Nah, lho? Ditambah lagi, kasus Ahok itu udah diproses ke area hukum, bareskrim udah meriksa 8 saksi lagi, dari pelapor dan saksi ahli, semua ada di berita ini. Jadi, fungsi demo 4 November ini apa? Emang kalau udah beredarnya di medsos, miskomunikasi ini banyak banget terjadi. Provokasi orang-orang yang punya kepentingan, ketemu sama orang-orang yang menelan mentah-mentah apa yang dia denger. Nggak mau mencari tahu atau sekadar takut menerima kenyataan, aku juga kurang paham soal golongan ini. Kebanyakan sih, emang menurutku, susah mengendalikan emosi aja.

Yang aku sayangkan banget, biasanya orang-orang golongan ini udah nggak mau lagi denger-denger pendapat yang lain selain pendapat yang mereka percaya. Mereka nggak punya dan nggak mau tahu soal second opinion. Jadi, sampai berbusa pun orang-orang lain menjelaskan, mereka nggak akan mau denger itu. Karena, pada dasarnya, semua yang mereka mau denger adalah yang cocok dengan kehendak mereka sendiri. Mereka udah melupakan realita di luar diri mereka, lebih suka hidup dalam realita yang mereka bangun sendiri.

Makanya, akhirnya mereka ngikut aja waktu FPI ngajakin demo, padahal yang mau didemoin itu udah diurus! Ini nggak mau baca berita, atau emang nggak mau denger berita selain dari mulut Habib Rizieq, sih? Bingung aku….

Jadi, setelah kasus Ahok diurus, aku mau beralih pembahasan ke tempat lain. Terlepas dari apakah Ahok iya atau tidak menghina Al-Qur’an, ayat-ayat tentang ini sebenernya sudah ada di Al-Qur’an sendiri. Ini anjuran langsung dari Allaah malah. Tuhan kita itu Allaah kan, ya? Minimal, kita (maksudku sesama Umat Muslim) sepakat soal ini, kan?

Jadi……………

Ini dua dalil yang aku ambil dari situs quran.com (aku pake yang ada sahih internasionalnya, jadi gak mencakup ulama Indonesia aja yang ngebahas)

 

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آَيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَجَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا

 

SAHIH INTERNATIONAL

And it has already come down to you in the Book that when you hear the verses of Allah [recited], they are denied [by them] and ridiculed; so do not sit with them until they enter into another conversation. Indeed, you would then be like them. Indeed Allah will gather the hypocrites and disbelievers in Hell all together

 (QS. An-Nisaa’ [4]: 140)

 

(terjemahan bebas dari aku sendiri : “Dan telah datang kepadamu Kitab dimana engkau mendengar ayat-ayat Allaah (dibacakan), ayat-ayat tersebut disangkal [oleh mereka] dan diperolok-olokkan; maka janganlah (kau) duduk dengan mereka hingga mereka mengubah pembicaraan mereka. Sesungguhnya, kau kemudian akan menjadi seperti mereka. Sesungguhnya Allaah akan mengumpulkan kaum munafik dan kaum kafir di neraka bersama-sama)

 

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آَيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِالظَّالِمِينَ

SAHIH INTERNATIONAL

And when you see those who engage in [offensive] discourse concerning Our verses, then turn away from them until they enter into another conversion. And if Satan should cause you to forget, then do not remain after the reminder with the wrongdoing people.

 (QS. Al-An’aam [6]: 68)

(terjemahan bebas dari aku sendiri : “Dan apabila engkau melihat mereka yang terlibat dalam pembicaraan (yang menyudutkan/menghina) tentang ayat-ayat Kami, maka berpalinglah dari mereka hingga mereka mengubah pembicaraan mereka. Dan apabila Setan membuatmu terlupa, maka janganlah kau teruskan bersama dengan orang-orang yang berlaku salah itu, sesudah datangnya peringatan)

Nah, kedua ayat di Al-Qur’an ini jelas-jelas memberikan petunjuk kepada Umat Muslim tentang gimana caranya kita menyikapi orang-orang yang mengolok-olok Al-Qur’an. Dan yang dianjurkan, dalam Al-Qur’an sendiri, adalah kita meninggalkan mereka. Itupun kita bisa kembali saat pembicaraan itu telah berubah. Artinya, kita nggak disuruh memutus tali silaturrahmi sama mereka, apalagi membenci mereka. Membalas apalagi dipenjarain berarti juga nggak.

Artinya, kalaulah benar Ahok itu menghina Al-Qur’an, setahuku kita seharusnya cukup tinggalkan mereka sampai pembicaraan itu selesai. Dan ini kata-kata Allaah langsung, yang seharusnya Tuhannya Umat Islam satu-satunya.

Jadi, demo 4 November ini buat apa? Bingung lagi…

 

Wallaahu alam

(Tiba-tiba kok jadi solehah begini, ya? Wkk…)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s