Musik dan Pengikutnya

 

439970-metal-music-heavy-metal-fans
Gambar diambil dari stuffpoint.com dari akun 5co_sl

 

I worshipped Metallica, and it’s not a lie.

Oke, aku tahu kalau dalam sebagian mazhab di agama Islam dikatakan bahwa metal itu musik setan. Bahkan, dalam sebagian mazhab lain lebih radikal lagi, semua musik itu setan. Well, tenang, saudara-saudara, bukan itu yang mau dibahas. Kalau emang musik metal, atau semua musik itu (termasuk qasidah, rawi, gambuskah?) setan, mudah-mudahan dihilangkan Metallica ini dari hatiku. Tuhan kan, satu-satunya Pembolak-balik Hati.

Balik ke soal Metallica…

Karena aku pengagum berat Metallica, dari awal aku join Facebook, atau mungkin beberapa bulan sesudahnya, aku kurang inget, aku udah cari tuh fanpage Metallica. Dulu fanpage-nya masih rada jadul, dimana forum diskusi terpisah dari newsfeednya. Aku heran kok, nggak gitu aja ya, jadi menyaring orang yang nggak tertarik atau emang kurang paham soal diskusi-diskusian. Semua terpampang jelas di newsfeed di timeline itu rasanya… oke, bias!

Aku inget kalau diskusinya asik banget. Ya iyalah, semua tentang musik kesukaan kita, masa nggak asik? Ada juga yang bikin semacam games di mana para penggemar komen satu frase dari lagu Metallica, trus yang komen selanjutnya harus nerusin dengan nebak itu frase ada di lagu yang mana. Tapi, seperti biasa, di ruang diskusi, nggak semuanya yang asik-asik dan manis-manis aja. Ada satu diskusi yang temanya Justin Bieber. Jeng jeng jeng jeng! Gimana rasanya kamu ada di grup musik metal dan denger nama Justin Bieber? Yak, pastinya darah langsung naik! Haha…

Waktu itu emang Justin Bieber masih baruuuu banget di dunia musik, baru keluar, baru mencuat, seperti anak baru lainnya, masih manis gitu. Sekarang kan, udah nggak semanis dulu, kebanyakan skandal. Nggak siap kali ya, sama dunia entertainment? Jiwanya nggak dilindungi dengan semangat bermusik sih, makanya jadi begitu. Ah! Bias teruuuss!! Dan lagu barunya itu berjudul; Baby, Baby. Oke, aku mau jujur dikit, aku lupa judul lagunya, tapi yang aku inget cuma dia nyebut ‘baby’ terus-terusan sampe berbusa di reff. Aku bahkan udah lupa; nadanya gimana, ya?

Di tengah-tengah pemuja Metallica dan metal, tentu nama ini jadi momok tersendiri. Spontanlah si pembuat thread dimarah-marahin karena menyebut nama terlarang di dunia permetalan. Tapi, nggak sampai di situ, akhirnya hater sebener-bener hater muncul. Dia bilang dengan ketikan (bukan nada, soalnya nggak kedengeran suaranya hehe) provokatif, “If I heard he told ‘baby, baby’ one more time, I’m gonna kill him!’ Oh, wow! Dan tahu reaksiku waktu itu, ketawa ngakak! Seseorang di luar sana, menerima ancaman pembunuhan, dan aku tertawa!

Well, soalnya, aku nggak menganggap dia serius. Walaupun, harusnya aku tahu, karena itu berupa tulisan, aku nggak bisa bener-bener tahu seberapa dia serius, atau seberapa dia bercanda. Semua kabur, semua punya kemungkinan sama besar, 50:50. Kalau ternyata bercanda, kita bisa move on dan balik ke keseharian kita, ketawa pas inget lagi komen itu. Gimana kalau 50% di sisi lain yang bener? Tiba-tiba Justin Bieber terbunuh oleh orang itu, pastinya kita nggak bisa ngetawain ancaman itu lagi.

Memang bagi sebagian orang yang sudah memuja metal, tentunya susah juga suka sama musik bergenre lain, karena sifat metal ini yang udah unik dari sananya. Nggak hanya keras, tapi melodinya rumit, trus dengan lirik-lirik puitis (jangan salah, metal itu puitis sangat, lhooo). Apalagi, Metallica ini lumayan unik pula. Pernah denger, metalhead dipenuhi semangat spiritual? Nah, Metallica salah satunya. Banyak lirik Metallica itu mengutip ayat-ayat di Injil.

Tapi, jelas bukan band yang religius. Soalnya, ada salah satu lagu yang judulnya, The God that Failed. Makanya, aku lebih milih spiritual, karena perjalanan spiritualnya James lumayan luar biasa juga. Orang tuanya berasal dari kalangan Umat Kristiani (disebutnya Christian Scientists), yang alirannya rada fanatik, dimana mereka percaya kalau penyakit bisa hilang hanya dengan doa. Karena itu, sekalipun ibunya udah menderita kanker, mereka sama sekali nggak bawa ibunya ke dokter atau pengobatan lain selain doa-doa. Gara-gara ini, lagu The God that Failed muncul.

Singkat kata, liriknya dalam, sarat makna, walaupun kelam. Dia nggak hanya menyuarakan kebebasan dan pemberontakan, seperti lagu metal lainnya, walaupun ada juga soal-soal begitu, tapi banyak hal yang lebih luas daripada itu. Seperti kritik sosial, di lagu Ronnie, di mana Metallica membahas fenomena anak nerd yang ujung-ujungnya nggak tahan dengan lingkungan sosialnya dan bawa senjata ke sekolah, nembak-nembakin temen-temennya. Ada juga King Nothing, soal karakter politikus yang ngerasa dirinya paling berkuasa. Master of Puppets juga kental dengan nada politik. Banyak lagi!

Dengan James sebagai frontman dan penulis lirik, Metallica nggak cuma jadi band Heavy Metal, tapi juga sebagai inspirasi bagi banyak band dan banyak orang. Band Metal yang menurutku dewasa dalam pembawaan. Yang paling aku suka, James jarang banget lho, memasukkan kata-kata kasar yang nggak ada tujuannya di lagu-lagunya. Love him so much…

Jadi, Metallica sendiri, sebagai seniman musik yang punya tingkat kedewasaan emosional itu, nggak pernah jadi haters. Ya, tentu saja, mereka mengkritik, mereka menyindir, mereka komen, tapi nggak pernah mengajarkan pengagumnya untuk membenci orang yang menyukai genre musik lain. Aku jarang ya, lihat James menyela atau mencaci musisi lain. Beda banget sama Noel Gallagher dari Oasis, yang seneng banget menghina rekan sesama musisi dengan kata-kata tajam dan bener-bener langsung nyebut nama langsung! Ckckck, emang sih, aku suka juga lagu-lagu Oasis, but shame on you, Noel! Nggak dewasa banget jadi manusia!

Dan ngomong-ngomong soal hina-menghina…

Balik lagi ke soal fans Metallica yang sebel banget sama Bieber itu. Bisa dilihat dari lagu-lagunya, biar pemuja-pemuja Metallica bisa berkata-kata kasar, sebenernya Metallica sendiri nggak pernah mengajarkan hal itu. Kata-kata kasar umumnya dipakai Metallica sebagai cara untuk menunjukkan seberapa seriusnya kondisi yang sedang dilantunkan di lagu. Aku sendiri banyak denger F-word itu setelah masuk album St. Anger. Di lagu itu, F-word juga dipakai buat menggambarkan kemarahan-kemarahan yang nggak terkendali dalam diri Hetfield sendiri. Atau yang terbaru, Hardwired… To Self Destruct, juga banyak kata-kata “F”-nya, tapi hanya untuk menggambarkan seberapa kacau situasi sosial sekarang ini. Pastinya di sono ya, di Amrik, tempat lahirnya band Metallica.

Memang, jadi pemuja band, bukan berarti kita bisa jadi punya tingkat kematangan emosional sebaik dia. Apalagi, kalau band tua, pasti mereka dimatangkan oleh pengalaman, bukan lagi ‘cuma’ sekedar ‘panas-panasnya’ bermusik. Tapi, kecintaan pada musik yang lebih mendalam dan lebih menghayati lagi.

Musik metal sendiri juga bukan musik asal jadi yang mudah dimengerti. Aku kurang tahu metal yang lain, tapi yang pasti Metallica menurutku termasuk sulit untuk dimengerti. Lirik-lirik yang kuat dan dalam ala James Hetfield itu nggak bisa diinterpretasi sembarang, apalagi secara harfiah. Misal di lagu Attitude, ada kata-kata ‘just let me kill you for a smile’ di songinterpretation.com dijelasin kalau itu ditujukan pada industri musik yang nge-push Metallica mengubah lagunya jadi pop-rock-ish. Jadi, nggak harfiah dia pengen bunuh orang, melainkan membunuh industri musik yang begitu.

Walau begitu, emang lagu-lagu Metallica punya nada-nada yang kesannya provokatif, kalau kita terjemahin secara harfiah. Makanya, lagu Metallica itu butuh pemahaman lebih dalam, dan orang-orang yang mau berpikir. Biasanya, orang-orang yang mendalami lagu-lagu Metal lebih terdidik untuk kritis, karena emang kebanyakan lagu Metal, yang aku tahu, itu emang liriknya kritis banget. Kayak, Helloween dengan Number One-nya yang membakar semangat dan optimisme banget. Lirik Chop Suey!-nya System of A Down juga membahas soal kritik sosial, dan juga bernada spiritual, mengkritisi agama, jadi bukan religius. ^^;

Sayang, soal teknis musiknya, aku nggak bisa bicara banyak. Cuma bisa bilang, butuh skill tinggi banget buat bisa itu!

Ayolah generasi yang cepet panas tapi malas (ngomong sama kaca, nih), mari kita belajar dari James Hetfield dan musisi metal lainnya. Mereka mendalami dan menghayati, bukan hanya musik, tapi semua yang terjadi di lingkungan mereka. Nggak cuma asal jadi, apalagi cuma ‘cetakan’ dari pihak-pihak yang punya kepentingan.

Keep ‘headbanging,’ guys!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s