Bhasmī Bhūta

BAB I

KECANTIKAN DINI HARI

Hingar-bingar musik dari Disc Jockey menghentak ke seluruh ruangan, menulikan telinga setiap pengunjung. Namun, mereka tak peduli dan menggerakkan tubuh seirama dengan musik techno yang disajikan. Seorang pemuda, membawa dua gelas beserta sebotol minuman keras, menyelinap di antara orang-orang yang berdansa hingga lupa diri. Seorang gadis tersenyum sambil mengangkat kedua tangannya saat melihat pemuda itu mendekati mereka.

“Makasih, Arya…” Tanpa ragu, gadis berpakaian dress yang sangat minim itu mencium kedua pipinya. Dia sendiri sama sekali tidak terkejut, begitulah gaya hidup yang selama ini dijalaninya.

Pemuda bernama Arya itu menghampiri temannya yang berada di sisi lain. “Sob, gue pulang, ya!” Dia terpaksa menaikkan nada suaranya hingga ke oktaf tertinggi yang dia bisa agar temannya bisa mendengar setiap kata yang keluar dari mulutnya.

“Plis, deh! Masih sore!” Temannya itu balas berteriak. “Udah kita habisin ini dulu aja, deh!” serunya lagi, sambil mengangkat botol itu.

Arya menggeleng. “Gak bisa! Gue mesti nyetir!”

“Sama, kali!!!” Pemuda itu tertawa, entah apa yang lucu dengan kata-katanya. Arya langsung dapat menebak bahwa pemuda itu mabuk.

“Gila, lo!!! Parah! Udah, gue pulang, ya!”

“Yaaa, Arya!!!” kali ini gadis berpakaian minim itu yang berteriak memelas. Dia bergegas melompat ke arah Arya. Pemuda itu takjub dengan gerakannya yang gesit, mengingat hak sepatu yang dia pakai mungkin mencapai 10 cm. “Di sini dulu aja!!! Kita turun, yuk!”

Gadis itu kini menggamit lengan Arya, yang menghela nafas putus asa melihat kelakuan teman-temannya. Dia tersentak saat jari gadis itu telah menyusuri dadanya hingga ke perut bawahnya.

Nice try, Yola!” seru Arya mencibir. Gadis itu tak menjawab melainkan memandang Arya dengan tatapan menggoda dan mulai menggerakkan tubuhnya tanpa jarak dengan Arya. Pemuda itu terpana, ada sensasi aneh yang menjalar di tubuhnya, hampir membuatnya tak sadar ingin merengkuh gadis itu ke pelukannya. Saat dia menatap balik gadis itu, dia tersentak.

“Udah, gue pergi!” Dia mendorong tubuh teman perempuannya itu dengan sedikit kasar. Sensasi memabukkan itu telah mempengaruhi sistem saraf pusatnya. Dia harus menolak dengan tegas, atau terjebak dalam permainan mereka.

Arya berbalik, kembali menyelinap di antara puluhan tubuh pria dan wanita yang hampir tidak berjeda. Namun, dia masih dapat mendengar sayup jeritan teman perempuannya itu dan seruan cemoohan dari teman lelakinya. Arya hanya dapat tersenyum sambil menggelengkan kepala.

God, she’s hot!” gumam Arya, sedikit menyesalkan kesempatan baik itu. Dia tersenyum menyapa pria berotot yang menjaga pintu diskotik itu. Angin malam menerpanya, dia bergidik. Biasanya Jakarta tidak sedingin itu, bahkan waktu malam. Dia langsung menyesali keputusannya untuk tidak membawa jaket. Telinganya rasanya langsung menuli begitu dia keluar bar. Senyap menyergapnya seketika, hanya ditingkahi deru mobil yang melesat menembus kepekatan malam.

Matanya kemudian tertumbuk pada satu sosok wanita bersanggul, yang juga menyadari kehadirannya. Dalam kegelapan kedua pasang mata itu bertemu. Arya merasa dia terikat oleh mata itu. Ada sesuatu tentang gadis itu yang membuat Arya melangkahkan kakinya, menjauh dari mobil. Dia begitu cantik, dengan kulit putih pucat yang begitu kontras dengan long coat selututnya. Gadis itu menggerakkan bibirnya, tapi jarak antara mereka membuat Arya tak dapat mendengar apapun.

Arya membelalakkan matanya, terkesiap saat tubuhnya terhentak ke belakang. Dia merasakan sesuatu ditarik keluar dari tubuhnya. Setelah itu, semua menjadi gelap.

 

…bersambung…

Advertisements

One thought on “Bhasmī Bhūta”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s